ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN

Kal ini saya akan membahas tentang analisis perusahaan, semoga bermanfaat🙂🙂🙂

Dalam mengadakan interprestasi dan analisa laporan keuangan suatu perusahaan, seorang penganalisa finansiil memerlukan adanya ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa adalah “rasio”. Rasio sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam “aritmatical terms” yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansiil.

Rasio finansial atau Rasio Keuangan merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan aliran kas). Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.

Fungsi analisis rasio adalah

  1. Digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa datang.
  2. Untuk menilai risiko dan peluang pada masa yang akan datang.

 

Dalam mengadakan analisa rasio pada dasarnya dapat melakukan dengan 2 macam cara perbandingan, yaitu :

  1. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu-waktu yang lalu (ratio historis)
  2. Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (company ratio) dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industry untuk waktu yang sama.

 

MACAM-MACAM RATIO

Rasio-rasio dapat digolongan menjadi 3 golongan, yaitu :

  1. Rasio-rasio Neraca (Balance sheet ratios) ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya current ratio.
  2. Rasio-rasio Laporan Rugi & Laba (income statement ratios) ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari income statement, misalnya gross profit margin.
  3. Rasio-rasio antar-laporan (Inter-statement ratios) ialah rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari Neraca dan data lainnya berasal dari Income statement, misalnya assets turnover.

 

Sementara itu macam-macam rasio terbagi menjadi :

  1. Rasio Likuiditas adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur likuiditas perusahaan
  2. Ratio Leverage adalah rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan utang
  3. Rasio-rasio Aktivitas yaitu rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya
  4. Rasio-rasio Profitabilitas yaitu rasio-rasio yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan

 

 

RASIO METODE PERHITUNGAN INTERPRESTASI

RASIO LIKUIDITAS

  1. Current ratio

Aktiva Lancar : Utang Lancar

Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.
  1. Cash ratio

(Kas + Efek) : Utang Lancar

Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan.
  1. Quick ratio

(Kas+Efek+Piutang) : Utang Lancar

Kemampuan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick assets).
  1. Working capital to total assets ratio

(Aktiva Lancar-Utang Lancar) : Jumlah Aktiva

Likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja (neto).

RASIO LEVERAGE

  1. Total debt to Equity ratio

(Utang Lancar+Utang JK PJ) : Jumlah Modal Sendiri

Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang.
  1. Total debt to total capital Assets

(Utang Lancar+Utang JK PJ) : Jumlah Modal/Aktiva

Beberapa dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan utang.

Atau

Berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.

  1. Long term debt to Equity ratio

Utang JK PJ : Modal Sendiri

Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang.
  1. Tangible assets debt coverage

(Jml Aktiva-Intangibles-Utang Lancar) : Utang JK PJ

Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang setiap rupiahnya.
  1. Times interest earned raatio

EBIT : Bunga Utang JK PJ

Besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga utang jangka panjang.

RASIO AKTIVITAS

  1. Total assets turnover

Penjualan Netto : Jumlah Aktiva

Kemampuan dana yang tertanan dalam keseluruhan aktiva berputer dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan “revenue”.
  1. Receivable turnover

Penjualan Kredit : Piutang Rata-rata

Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.
  1. Average collection periode

(Piutang Rata-rata X 360) : Penjualan Kredit

Periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang.
  1. Inventory turnover

HPP : Inventory Rata-rata

Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu, atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya “overstock”
  1. Average day’s inventory

(Inventory Rata-rata X 360) : HPP

Periode menahan persediaan rata-rata atau periode rata-rata persediaan barang berada di gudang.
  1. Working capital turnover

Penjualan Netto : (Aktiva Lancar – Utang Lancar)

Kemampuan modal kerja(neto) berputar dalam suatu periode siklus kas (cash cycle) dari perusahaan.

RASIO KEUNTUNGAN/PROFITABILITAS

  1. Gross profit margin

(Penjualan Netto – HPP) : Penjualan Netto

Laba bruto per rupiah penjualan.
  1. Operating income ratio

(Penjualan Netto – HPP – Biaya Adm, Penjualan, Umum) : Penjualan Netto

Laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan.
  1. Operating ratio

(HPP + Biaya adm, Penjualan, Umum) : Penjualan Netto

Biaya operasi per rupiah penjualan.
  1. Net profit margin

Laba Netto sesudah pajak : Penjualan Netto

Keuntungan netto per rupiah penjualan.
  1. Earning power of total investment

EBIT : Jumlah Aktiva

Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor.
  1. Net earning power ratio

Laba Netto sesudah pajak : Jumlah Aktiva

Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.
  1. Rate or return for the owners

Laba Netto sesudah pajak : Jumlah Modal Sendiri

Kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa.

 

KETERBATASAN ANALISIS RASIO KEUANGAN

  1. Rasio tersebut dibentuk dari data akuntansi dan data ini dipengaruhi oleh cara penafsirannya dan bahkan dapat dimanipulasi.
  2. Seorang manajer keuangan harus berhati – hati dalam penilaian apakah suatu rasio tertentu baik atau buruk dalam penilaian gabungan tentang sebuah perusahaan, berdasarkan suatu kumpulan rasio – rasio.
  3. Kecocokan dengan rasio gabungan industri bukan suatu jaminan bahwa perusahaan tersebut sedang berjalan normal dan dipimpin dengan baik.
  4. Dalam menganalisis setiap rasio, angka – angka yang diperoleh dan perhitungan tidak dapat berdiri sendiri. Rasio tersebut akan berarti bila setidaknya satu dari dua hal ini dipenuhi 1)Adanya perbandingan dengan perusahaan sejenis yang mempunyai tingkat risiko yang hampir sama; 2)Adanya analisis kecenderungan (trend) dari setiap rasio pada tahun – tahun sebelumnya.
  5. Pencapaian target sesuai dengan rata rata industri tidak menunjukkan kinerja perusahaan  yang baik. Kebanyakan perusahaan justru menginginkan tingkat yang lebih baik dari rata – rata industri. Oleh karena itu lebih tepat jika difokuskan pada industry leader’s ratios..

 

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Rasio_finansial

buku  dasar-dasar pembelanjaan perusahaan, Prof. Dr. Bambang Riyanto

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s