PENGARUH PERMATA HIJAU DI NEGERI MUNGIL

sri_lanka

Negara yang terletak pada titik koordinat 5o 55′ – 9o 50′ lintang utara dan 79o 42’ – 81o53 lintang timur.  Timur, selatan, dan barat dikelilingi oleh Samudera Hindia; di utara dipisahkan oleh Selat Palk berbatasan dengan India. Dan yang memiliki iklim tropis panas dan lembap dengan dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau, dengan wilayah geografi yang berbukitan menjadi faktor penting dalam proses poduksi teh yang berkualitas serta cara memelihara dan pemberdayakan sumber daya alam yang disediakan dengan sangat baik hingga bisa menjadi negara pemasok teh terbesar ke-2 di dunia, yang wilayahnya saja tidak sampai ¼ luas wilayah Indonesia.

Kesuksesan itu tidak terjadi begitu saja tanpa adanya kerja sama antara pemerintahan dan rakyat. Selain itu tidak luput juga dari sistem perekonomian yang dianut. Sistem perekonomian ada tiga jenis yaitu, sistem ekonomi Liberalis/Komunisme, sistem ekonomi Etatisme/Sosialis dan sistem ekonomi campuran. Dilihat dari namanya ‘Negara Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka’  bisa dikatakan sistem perekonomniannya menganut sistem Sosialis Demokrasi, tetapi saya juga masih belum bisa memastikannya. Sistem sosialis adalah sistem perekonomian yang kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur dibawah kendali negara. Sedangkan sistem ekonomi campuran adalah merupakan kombinasi ‘logis’ dari ketidak sempurnaan kedua sistem ekonomi (liberalis dan sosialis). Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dahulu Sri Lanka memiliki masalah konflik etnis selama tiga dasawarsa dengan kelompok minoritas Tamil yang dilakukan oleh Macan Tamil. Dengan usaha dan perjuangan akhirnya perselisihan ini dapat selesai pada tahun 2009. Perekonomian  Sri Lanka walaupun  mulai terpengaruh oleh krisis ekonomi global pada kwartal ketiga  di tahun 2008, namun demikian masih mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6%. Angka pertumbuhan ekonomi tertinggi Sri Lanka yang pernah dicapai sejak tahun 1978 mencapai 7,6% pada tahun 2006, sedangkan IMF memprediksikan hanya 3,2 s/d 3,5% untuk tahun 2009. Namun, Pemerintah Sri Lanka merasa yakin bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 6% masih bisa dipertahankan untuk tahun 2009 setelah bebas dari teroris.

Strategi pembangunan ekonomi ada banyak macamnya. Pertama, Strategi pertumbuhan; dapat dilihat dari usaha masyarakatnya dalam mengembangkan agrobisnis dan yang lainnya hingga sampai bisa di ekspor kebanyak negara. Kedua, Strategi pembangunan dengan pemerataan; selain dari pertanian, Sri Lanka juga merupakan negara pesisir. Dengan memanfaatkan pesisirnya, Sri Lanka membangun hotel-hotel pesisir serta kekayaan hasil laut lainnya. Ketiga, Strategi Ketergantungan; untuk strategi ini saya belum bisa berbicara banyak karena saya belum mengetahui apakah Sri Lanka memiliki ketergantungan terhadap negara lain atau tidak tetapi bila dilihat dari kebijakan ekonomi yang dibuat terhadap pembukaan pasar internasional dan investasi asing bahwa pemerintah masih membutuhkan dukungan dana Internasioanl untuk pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Keempat, Strategi yang berwawasan ruang; strategi ini berbicara tentang perbedaan perkembangan dari wilayah satu dengan wilayah lainnya, Sri Lanka mengalami ketidakmerataan perkembangan disetiap wilayah sebagai akibat konfik Tamil. Salah satu usaha pemerintah dalam proses pembangunan daerah tersebut dengan cara pembangunan jalan, rel kereta api serta secara genjar melakukan proses de-mining (penghapusan ranjau darat) agar para pengungsi dapat kembali ke daerah mereka masing-masing. Kelima, Strategi pendekatan kebutuhan pokok; untuk strategi ini saya masih kurang paham apakah pemerintah Sri Lanka melakukan pengembangan pada agrobisnis dengan misi peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok rakyatnya atau tidak.

Kebijakan moneter ketat yang diterapkan oleh pemerintah Sri Lanka yang diikuti dengan pengetatan kredit dan devisa dalam menghadapi krisis ekonomi global ditahun 2008 tampaknya membuahkan hasil yang cukup memuaskan, diantaranya mampu mengendalikan angka inflasi.  Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi diatas 6%, Pemerintah Sri Lanka terus menempuh kebijakan ekonomi untuk membuka pasarnya terhadap pasar internasional dan investasi asing.

Dilihat dari topografinya wilayah Sri Lanka merupakan negara yang wilayahnya berupa sebuah pulau besar dengan beberapa pulau kecil disekitarnya. Dataran tinggi bagian tengah terdiri dari barisan pegunungan, peak, dataran tinggi, lembah, sungai serta tebing tinggi dan curam. Untuk mata pencariannya dari pertanian (teh, karet, kelapa), tekstil, agrowisata, kekayaan hasil laut dan banyak lagi. Tulang punggung ekonomi Sri Lanka adalah ekspor produk pertanian. Komoditi ekspor lainnya selain teh adalah tekstil dan produk garmen, rempah-rempah, hasil laut, karet dan produk olahannya, kelapa dan produk olahannya serta berbagai jenis batu mulia: safir, mirah delima, berlian, zamrud, giok, biduri laut, akik, opal dan sebagainya. Produksi karet Sri Lanka mencapai 36% dari produksi karet dunia dan produksi kelapanya menyumbang 71% dari produksi kelapa dunia. Industri utama Sri Lanka adalah grafit atau timbal hitam yang sebagian besar diekspor ke Jepang. Industri keramik dan porselen juga berkembang pesat. Sebuah brand porselen dengan kualitas yang diakui secara internasional dari Jepang, “Noritake”, memiliki dua buah pabrik di Sri Lanka. Dengan garis pantai sepanjang 1340 kilometer, Sri Lanka memiliki banyak pantai yang indah. Oleh karena itu banyak dikembangkan resorts di tepi pantai, baik oleh pengelola lokal maupun internasional. Untuk kawasan tengah yang berupa dataran tinggi beriklim sejuk, banyak dikembangkan tempat-tempat wisata yang menampilkan keindahan perkebunan teh. Selain itu Sri Lanka memiliki banyak situs bersejarah dan obyek wisata yang tersebar di seluruh pulau.

Namun masih banyak potensi wisata Sri Lanka yang belum dikembangkan secara optimal karena keterbatasan sumber-sumber. Dalam beberapa waktu terakhir, akibat suhu politik yang meningkat, cukup banyak resorts yang terpaksa tutup karena tidak ada wisatawan datang. Menyikapi perkembangan yang kurang menguntungkan ini,  instansi terkait Sri Lanka bekerja sama dengan asosiasi hotel dan pariwisata sepakat memberlakukan tarif minimum untuk hotel-hotel di Sri Lanka demi menaikkan kunjungan wisatawan mancanegara.Setelah selesainya konflik internal, prioritas Pemerintah Sri Lanka pada saat ini adalah membangun kembali wilayah bekas konflik yang terbengkalai hampir 30 tahun terutama di wilayah Utara dan Selatan. Berbagai proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan serta rel kereta api berlangsung secara masif di wilayah bekas konflik. Selain itu Pemerintah Sri Lanka juga gencar melakukan proses de-mining (penghapusan ranjau darat) agar para pengungsi domestic bisa kembali ke tempat tinggalnya. Melalui pembangunan ini Pemerintah Sri Lanka mengharapkan daerah utara dan selatan dapat mengejar ketertinggalannya disbanding wilayah Sri Lanka lainnya.

Secara garis besar, seni budaya Sri Lanka terbagi atas tiga kelompok besar yaitu kesenian Kandy yang terdapat di kawasan tengah dataran tinggi yang disebut uda rata natum; kesenian dataran rendah di kawasan selatan yang disebut pahatha rata natum dan kesenian sabaragamuwa natum. Kuliner Sri Lanka sangat kaya dengan berbagai hidangan lokal, buah-buahan tropis dan aneka rempah. Selama berabad-abad gastronomi Sri Lanka berasimilasi dan beradaptasi dengan berbagai masukan dari India, China, Melayu, Arab dan Eropa. Sebagai dampak globalisasi, saat ini cita rasa Amerika modern juga hadir di Sri Lanka. Namun dalam kehidupan sehari-hari, umumnya masyarakat setia pada hidangan tradisional nasi dan kari.

Referensi :

  1. http://www.kemlu.go.id/colombo/Pages/CountryProfile.aspx?IDP=4&l=id
  2. http://www.kemlu.go.id/colombo/Pages/TipsOrIndonesiaGlanceDisplay.aspx?IDP=2&l=id
  3. Seri Diklat Kuliah, Perekonomian Indonesia, Universitas Gunadarma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s